Juara Liga Inggris, Manchester City Diragukan Tampil di Liga Champions

Manchester – Kabar tidak cukup menyenangkan diterima Manchester City usai juara Liga Inggris musim ini. Mereka dalam bahaya absen dari Liga Champions musim depan karena diduga mengerjakan pelanggaran ketentuan Financial Fair Play (FFP).

Sejak sejumlah bulan terakhir, Manchester City sedang di bawah pemantauan UEFA dan perwakilan FA karena diperkirakan melakukan pelanggaran ketentuan FFP. Pemilik Manchester Citydisebut telah menciptakan skema untuk mencatut peraturan tersebut.

Manchester City diperkirakan memanfaatkan perusahaan satelit guna aliran pemasukan klub. Hal itu dapat membuat laporan finansial klub menjadi seimbang.

Namun, Manchester City sudah menyangkal bila mereka telah mengerjakan hal yang melanggar peraturan. Manchester City memandang bila laporan tersebut melulu upaya guna menghancurkan reputasi klub.

Dikutip dari daftar situs judi bola resmi UEFA telah mengoleksi bahan bukti dari Manchester City dan sudah membawanya ke markas mereka di Nyon, Swiss pada dua minggu lalu. Berkas tersebut sudah diaudit dan hasilnya bakal segera diumumkan.

UEFA dituntut guna segera memberi pemberitahuan tersebut supaya nasib Manchester Citymenjadi jelas. Jika terbukti bersalah, The Citizens berkesempatan absen pada Liga Champions pada musim mendatang, tetapi mereka masih dapat mengajukan upaya banding ke Courf of Arbitration for Sport (CAS).

Manchester City Dilarang Tampil di Liga Champions, Arsenal atau MU Berpeluang Menggantikan

Jakarta – Arsenal dan Manchester United berkesempatan mendapat berkah dari masalah Manchester City. Salah satu dari mereka dapat menggantikan sang juara Liga Inggris dan mengekor Liga Champions musim depan.

Manchester City terancam dicoret Liga Champions pada musim mendatang dari UEFA karena diperkirakan melakukan pelanggaran ketentuan Financial Fair Play (FFP).

Sejak sejumlah bulan terakhir, Manchester City sedang di bawah pemantauan UEFA dan perwakilan FA karena diperkirakan melakukan pelanggaran ketentuan FFP. Pemilik Manchester City dinamakan telah menciptakan skema untuk mencatut peraturan tersebut.

The Citizen diperkirakan memanfaatkan perusahaan satelit guna aliran pemasukan klub. Hal itu dapat membuat laporan finansial klub menjadi seimbang.

Jika City benar-benar mendapat hukuman, Arsenal atau MU dapat menangguk untung, menggantikan posisi City di Liga Champions.

Sesuai posisi di klasemen terakhir, empat kesebelasan Premier League yang berhak tampil di Liga Champions ialah Manchester City, Liverpool, Chelsea, dan Tottenham Hotspur.

Jika City terbukti bersalah, maka otomatis jatah tiket Liga Champions bakal jatuh ke tangan Arsenal yang menduduki posisi kelima di klasemen akhir.

Namun, Arsenal masih dapat mendapatkan tiket Liga Champions melewati jalur lain. Jika sukses menjuarai final Liga Champions kontra Chelsea, maka The Gunners berhak lolos ke Liga Champions musim depan.

Jika skenarionya laksana itu, maka posisi Manchester City bakal digantikan oleh peringkat keenam Premier League, yang ditempati Manchester United.

Namun, Manchester City telah membantah tudingan tersebut. Manchester City memandang laporan tersebut melulu upaya guna menghancurkan reputasi klub.

Seperti yang dilansir pada laman berita harian cara daftar akun bola,UEFA telah mengoleksi bahan bukti dari Manchester City dan sudah membawanya ke markas mereka di Nyon, Swiss pada dua minggu lalu. Berkas tersebut sudah diaudit dan hasilnya bakal segera diumumkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *